Siklus Akuntansi Untuk Orang Awam

Awam adalah istilah bagi orang yang belum memiliki pengetahuan sama sekali. Nah dalam artikel ini saya coba menjabarkan tentang siklus akuntansi dengan mendetail agar Anda bisa langsung memahami dan bisa langsung praktek menerapkan pencatatan akuntansi di perusahaan Anda atau di tempat Anda bekerja. Jika Anda adalah seorang siswa juga bisa menerapkannya untuk mengerjakan tugas akuntansi di sekolah.

Oke sekarang kita langsung saja kepada pembahasan

SIKLUS AKUNTANSI

Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah identifikasi transaksi. Transaksi yang bisa dimasukkan ke dalam siklus akuntansi adalah transaksi yang bisa mengakibatkan perubahan pada posisi keuangan perusahaan. Selain itu transaksi yang akan dicatat ini juga harus memiliki bukti pendukung yang bisa dipertanggungjawabkan. Bukti transaksi biasanya berupa struk pembelian, nota, kwitansi, bukti transfer dan lain sebagainya.

Analisis Transaksi

Setelah transaksi diidentifikasi bisa mempengaruhi posisi laporan keuangan dan diharuskan dicatat di siklus akuntansi, maka langkah selanjutnya harus dilakukan anlisis transaksi terlebih dahulu. Transaksi-transaksi tersebut masuk ke dalam transaksi yang mana? apakah masuk dalam transaksi penjualan, transaksi pembelian, transaksi biaya operasional dan lain sebagainya.

Menjurnal Transaksi

Setelah Transaksi tersebut sudah jelas masuk kedalam transaksi apa, maka selanjutnya melakukan penjurnalan. Jurnal akuntansi memilki dua posisi yaitu posisi debit dan posisi kredit. Sebagai acuan posisi jurnal, kita kembali kepada persamaan dasar akuntansi yaitu: Asset = Hutang + Modal. Dan berpatokan pada saldo normal akun laba rugi bahwa beban dan hpp masuk dalam pos Debit, serta pendapatan masuk dalam pos Kredit.

Contoh Jurnal:

Piutang (asset) (Debit)                            Rp. 1.000.000

Penjualan   (Kredit)                                                    Rp. 1.000.000

Hpp (Debit)                                               Rp. 700.000

Persediaan Barang Dagangan                                  Rp. 700.000

Posting Ke Buku Besar

Setelah menjurnal setiap transaksi, maka langkah selanjutnya adalah memposting ke dalam buku besar. Buku besar digunakan untuk mengelompokkan jurnal-jurnal berdasarkan masing-masing akun.

Sebagai contohnya adalah semua jurnal akun penjualan akan dirinci di dalam buku besar bahwa penjualan terjadi dalam tanggal berapa saja dan nilai masing-masing penjualannya. atau akun hutang, akun piutang dan sebagainya untuk dapat diketahui total nilai dari akun tersebut.

Sebagai contoh silahkan lihat dalam Buku besar di bawah ini

Membuat Neraca Saldo

Cara membuat neraca saldo adalah memindahkan semua saldo masing-masing akun yang ada di buku besar ke lembar neraca. Jumlah total saldo debit dan saldo kredit harus sama, Jika tidak sama maka masih ada kesalahan atau masih ada transaksi yang belum diinput dan harus segera dicari untuk dibuat jurnal dan dimasukkan ke buku besar. Berikut adalah contoh Neraca Saldo

Membuat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian pada umumnya dilakukan pada akhir periode. Jurnal penyesuaian dilakukan jika ada transaksi yang salah atau ada transaksi yang belum dilakukan jurnal karena transaksi tersebut memang selalu dilakukan secara periodik. Sebagai contoh adalah pencatatan akumulasi penyusutan, atau penyesuaian kurs mata uang asing jika ada dalam transaksi perusahaan.

Menyusun Laporan Keuangan

Setelah menyusun neraca saldo dan membuat jurnal penyesuaian maka sudah diketahui angka akhir dari masing-masing akun yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan.

Laporan keuangan yang perlu disusun antara lain:

Laporan Neraca: Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan

Laporan Laba Rugi: Untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kinerja perusahaan

Laporan Perubahan Modal: Untuk mengetahui perubahan modal setiap periode atau setiap bulan dan setiap tahun.

Laporan Arus Kas: Untuk mengetahui besarnya kas masuk dan kas keluar dalam periode bulan tersebut.

Membuat Jurnal Penutup

Jurnal penutup hanya dilakukan pada akhir periode. Dan hanya dilakukan terhadap akun-akun yang masuk kategori akun laba rugi. Caranya adalah membuat akun-akun tersebut menjadi nol. Sehingga setelah ganti periode laporan laba rugi akan mulai dari nol kembali.