Penjelasan dan Definisi Apa Itu Siklus Akuntansi?

Bingung Sama Masalah Akuntansi ?

Pengertian akuntasi secara umum merupakan sebuah proses mencatat, meringkas, mengklarifikasi, mengolah dan juga menyajikan data-data, transaksi dan juga beberapa kejadian yang masih berkaitan dengan masalah keuangan. Sehingga bisa dipakai oleh orang lain, sehingga pada saat menggunakannya pun bisa mudah untuk di mengerti dan bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat.

Tujuan utama dari adanya akuntasi ialah bisa menyediakan sebuah informasi yang bisa berguna di saat melakukan pengambilan sebuah keputusan. Untuk bisa memperoleh hasil informasi yang di inginkan maka, para akuntan akan melaksanakan serangkaian aktivitas yang berupa pengumpulan serta pengolahan data akuntansi secara sistematik selama periode yang tengah berjalan, umumnya periode tersebut selama 1 tahun. Akuntansi pengumpulan serta pengolahan data dari akuntansi secara sistematik dalam satu periode biasanya akan disebut dengan siklus akuntansi.

Nah, siklus akuntansi sendiri terbagi menjadi beberapa tahap, antara lain:

Mengidentifikasi transaksi

Tahapan pertama ketika memasuki siklus akuntansi ialah identifikasi transaksi. Jadi para akuntan diharuskan untuk mengidentifikasi transaksi tersebut sehingga bisa dicatat dengan benar. Tidak semua transaksi bisa dicatat akan tetapi transaksi yang bisa dicatat merupakan transaksi yang menyebabkan adanya perubahan posisi keuangan perusahaan serta bisa dijumpai pada unit moneter secara objektif.

Tak hanya itu saja transaksi tersebut nantinya diwajibkan dicatat dengan adanya bukti sehingga jika transaksi tersebut tidak ada bukti maka tidak bisa dicatat serta dilaporkan dalam laporan keuangan. Bukti dari adanya sebuah transaksi ialah kwitansi, ada nota, ada faktur, ada bukti kas keluar, adanya memo penghapusan piutang dan masih banyak lagi.

Menganalisis sebuah transaksi

Setelah melaksanakan identifikasi transaksi seorang akuntan diharuskan untuk menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan. Agar dapat memudahkan anda pun bisa memakai persamaan matematis. Sistem pencatatan juga disebut sebagai double entry system yang mana pada setiap transaksi diwajibkan melakukan pencatatan sehingga hal tersebut bisa memberikan efek pada posisi keuangan pada debit dan juga kredit, yang mana jumlahnya pun sama. Yang artinya pada setiap transaksi nantinya bisa mempengaruhi minimal dua rekening pembekuan.

Mencatat seluruh transaksi dalam jurnal

Untuk yang selanjutnya dalam siklus akuntansi adalah mencatat secara runtut transaksi di dalam buku jurnal. Jurnal tersebut ialah sebuah catatan dari kronologis tentang seluruh transaksi yang sudah terjadi pada satu periode akuntansi. Proses dari sebuah pencatatan transaksi tersebut adalah journalizing. Terdapat dua jenis jurnal yakni jurnal umum dan juga jurnal khusus.

Jurnal umum ini merupakan pencatatan dari transaksi tersebut yang akan dimasukkan ke dalam 1 rekening debit dan 1 rekening di kredit. Sedangkan di dalam sebuah jurnal khusus sangat berguna untuk meningkatkan sebuah efisiensi dari sebuah pencatatan terhadap transaksi yang dilakukan secara berulang. Contohnya saja adalah jurnal penjualan, kemudian ada jurnal penerimaan kas, lalu ada jurnal pembelian dan masih banyak lagi.

Memposting buku besar

Berikutnya adalah memposting transaksi yang telah dicatat dalam jurnal ke sebuah buku yang besar. Sebetulnya buku besar berisikan tentang kumpulan rekening pembukuan dimana masing-masing rekening itu sangat berguna untuk mencatat seluruh info tentang aktiva.

Biasanya perusahaan akan memiliki daftar susunan organ rekening buku besar yang memiliki nama chart of accounts. Seluruh rekening akan diberikan kode, dimana kode tersebut bisa memudahkan pada saat melakukan identifikasi dan melakukan cross reference ketika memulai pencacatan di jurnal.

Menyusun neraca saldo

Neraca saldo merupakan saldo dari rekening rekening buku besar di periode tertentu. Cara yang tepat untuk menyusun neraca saldo memang terbilang mudah disebabkan Anda hanya perlu memindahkan semua saldo yang sudah ada di dalam buku besar dialihkan ke dalam neraca saldo untuk bisa disatukan.

Jika terdapat jumlah saldo debit yang tidak sama dengan jumlah yang ada di kartu kredit bisa dipastikan jika neraca saldo tersebut tidak seimbang karena terdapat sebuah kesalahan dalam penghitungannya. Sehingga para akuntan pun diharuskan untuk mencari kesalahan tersebut sebelum laporan disusun.

Menyusun sebuah jurnal penyesuaian

Tahapan pada siklus akuntansi yang berikutnya ialah pembuatan sebuah jurnal penyesuaian. Apabila di akhir periode akuntansi terdapat sebuah transaksi yang belum dicatat ataupun terdapat sebuah transaksi yang salah serta perlu adanya penyesuaian maka Anda pun diwajibkan untuk mencatat transaksi tersebut di dalam jurnal penyesuaian. Penyesuaian yang dilaksanakan secara periodik ketika laporan akan disusun.

Pencatatan dari jurnal penyesuaian memang hampir sama ketika Anda melakukan pencatatan transaksi pada umumnya. Transaksi dari penyesuaian akan dicatat di dalam jurnal penyesuaian yang selanjutnya dilakukan pembukuan dalam buku besar. Kemudian apabila masih ada saldo yang berada dalam buku maka sel tersebut akan siap disajikan ke dalam laporan keuangan. Maksudnya ialah ketika hasil akhir dalam proses akuntansi merupakan laporan keuangan di mana laporan keuangan tersebut telah disusun secara aktual basis.

Melakukan penyusunan neraca saldo

Untuk tahap yang berikutnya ketika Anda telah melaksanakan penyusunan dari jurnal penyesuaian maka Anda diwajibkan untuk menyusun neraca saldo kedua. Caranya yaitu dengan memindahkan saldo tersebut ke dalam neraca saldo yang masih baru. Saldo yang berasal dari akun-akun buku besar akan dikelompokkan menjadi kelompok pasiva ataupun kelompok aktiva.

Saldo di antara kelompok pasif adalah kelompok aktiva di dalam neraca saldo tersebut diwajibkan untuk seimbang. Namun, Anda perlu untuk selalu mengingat jika saldo yang seimbang pun belum tentu sudah betul  tapi, saldo yang benar tentu akan seimbang.

Melakukan penyusunan laporan keuangan

Berdasarkan dari informasi yang ada di neraca saldo sesudah melakukan penyesuaian maka tahap yang berikutnya ialah menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan sendiri tersusun menjadi 4, yakni:

  • Yang pertama ialah laporan laba rugi yang mana laporan tersebut dapat menggambarkan kinerja dari perusahaan
  • Yang kedua adalah laporan perubahan modal di mana laporan tersebut bisa digunakan untuk melihat perubahan modal yang sudah terjadi.
  • Adanya laporan neraca yang bisa dipakai untuk memprediksi solvensi, likuiditas, dan juga fleksibilitas.
  • Dan yang terakhir adalah laporan arus kas yang dapat memberikan informasi relevan tentang kas keluar dan juga pas yang masuk di dalam periode yang berjalan.

Menyusun sebuah jurnal penutup

Sesudah Anda melakukan pembuatan laporan keuangan maka seorang angkutan pun diwajibkan untuk membuat jurnal penutup. Jurnal ini hanya akan dibuat pada saat memasuki akhir periode akuntasi. Dimana rekening nominal dan rekening laba rugi akan ditutup.

Caranya ialah dengan mengkosongkan atau menjadikan rekening tersebut nihil. Rekening-rekening nominal diwajibkan ditutup dikarenakan rekening tersebut akan dipakai untuk mengukur kegiatan serta aliran sumber-sumber yang telah terjadi di beberapa periode yang sudah berjalan.

Sedangkan pada akhir periode akuntansi rekening nominal telah diselesaikan menjalankan fungsinya sehingga rekening tersebut diwajibkan ditutup. Berikutnya ialah ketika periode yang sakitnya bisa dipakai kembali guna mengukur kegiatan yang baru.

Demikianlah sekilas info yang dapat diberikan kepada Anda mengenai siklus akuntansi. Dengan adanya penjelasan tersebut, semoga saja bisa berguna dan juga membantu Anda ketika ingin mengetahui apa saja tahapan dari siklus akuntansi. Dan pastikan mempraktekkan tahapan diatas sehingga bisnis Anda berjalan dengan lancar.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *