Bisnis makanan selalu berkembang dan tak akan pernah padam. Setiap tahun selalu muncul usaha makanan yang digagas oleh para wirausahawan. Banyak orang memilih untuk terjun langsung mendalami usaha ini karena memiliki keuntungan besar.Alasannya sederhana yaitu seluruh manusia butuh makan, sehingga target market usaha makanan sangat luas, tidak terbatas pada usia atau jenis kelamin.

Pada sisi lain ada sebagian orang yang menjadikan aktivitas berburu makanan sebagai hobi yang tak dapat ditinggalkan. Ada kepuasan tersendiri yang didapat ketika sudah mengecap sensasi kuliner unik.Beberapa kelompok lainnya ada juga yang hobi mengunyah kudapan sebagai teman pengisi waktu luang. Hal itulah yang membuat usaha kuliner selalu berkibar setiap saat. Usaha kuliner rata-rata tidak membutuhkan modal besar. Dalam proses menjalankan bisnis juga tidak sulit sehingga dapat dijalankan oleh siapa saja.

Laporan Keuangan Sederhana yang Harus Dimiliki

1. Laporan Kas

Arus kas berfungsi untuk mencatat keluar-masuknya uang secara rill dalam suatu periode. Tujuan dibuatnya laposan arus kas ini untuk memberikan gambaran kegiatan manajemen dalam operasi, investasi, dan pendanaan.

2. Laporan Persedian Barang

Ada dua metode dalam membuat laporan persediaan barang yaitu menggukanan metode fisik yang mengharuskan perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan dan metode perpetual (buku) di mana setiap jenis persedian dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persedian.

3. Laporan Pembelian

Dalam buku ini, Anda hanya perlu mencatat transakis pembelian yang tidak dibayar dengan tunai. Pembukuan ini diisi secara teratur menurut tertib waktu faktur-faktur pembelian.

4. Laporan Penjualan

Di dalam buku ini, Anda hanya perlu mencatat penjualan barang yang telah dilakukan dalam suatu periode tertentu. Laporan ini biasanya disertakan salinan faktur-faktur yang sudah dibuat. Ini bertujuan untuk mencocokkan harga beserta potong yang diberikan pada masing-masing produk.

5. Laporan Biaya

Pada buku ini, Anda harus mencatat biaya yang dikeluarkan salama proses produksi dan pemasaran, atau biasa disebut biaya overhead saat produksi, seperti membayar karyawan, biaya listrik, telepon, sewa tempat usaha, dan lainnya.

6. Laporan Hutang

Pembukuan ini berisi laporan utang perusahaan yang harus dibayar pada periode tertentu kepada seseorang, lembaga, atau perusahaan lain. Pembukuan utang ini sangat diperlukan untuk mengetahui berapa nominal yang belum dibayarkan perusahaan kepada kliennya.

7. Laporan Piutang

Berisi laporan pembayaran yang belum terlunasi. Dengan adanya laporan ini, Anda dapat memonitor sudah berapa lama piutang tersebut tidak tertagih sehingga Anda dapat mempercepat periode penarikan piutang.

Managament keuangan, point ini sangatlah penting karena biasanya bisnis kuliner ini jarang terback up oleh sebuah managament keuangan yang baik, seringkali uang pribadi nyampur dengan uang usaha, nah hal ini kelihatannya sepele, namun tidak baik bagi bisnis kuliner karena posisi keuangannya bisa semu alias tidak nyata. Mungkin suatu hari rugi atau tekor namun pemilik usaha dengan mudahnya nambahi modal, atau sebaliknya, pemilik bisnisnya sedang butuh uang, kemudian mengambil uang di bisnis kulinernya secara seenak hati. Agar usaha kuliner Anda berjalan baik dan lancar, hal yang perlu dipersiapkan dengan teliti adalah dari sisi Perencanaan Anggaran Keuangan (Budgeting).

Budget Perencanaan tersebut seperti

  1. Laba Rugi (Income Statements) ;
  2. Arus Kas (Cashflow Statements Projection) ;
  3. Neraca (Balance Sheets), dan ;
  4. Anggaran investasi peralatan produksi (Capital Expenditure).