Penjelasan CSID (Corporate Site ID)

Adapun penjelasannya adalah sbb :
1. CSID (Corporate Site ID) digunakan untuk meregistrasikan ALM (Accurate License Manager), jadi ketika Anda melakukan pembelian Starter Pack Accurate 5 baru (misal varian Standard) maka akan mendapatkan 2 nomor license dan 1 nomor CSID. Nomor CSID ini digunakan untuk meregistrasikan ALM (Accurate License Manager). Sedangkan ALM ini fungsinya untuk memanage 2 license yang ada. Bisa dilihat penjelasan pada link berikut http://accuratejakarta.com/2017/04/10/registrasi-accurate-versi-5/

2. Untuk membuka database yang ada di tempat lain tidak ada hubungannya dengan CSID. Jadi selama di tempat yang lain ada Accurate yang teregistrasi dan ingin akses database yang ada di beda tempat maka silahkan saja dibuka misal dengan cara buka database secara “internet”, namun kami tidak terlalu menyarankan hal ini karena riskan terhadap koneksi jaringan.
Jika dari pertanyaan Anda maksudnya adalah apakah di tempat lain tsb harus memiliki CSID atau tidak, maka jawabannya adalah ya. Karena fungsi dari CSID seperti yang dijelaskan di point 1, dan 1 CSID hanya bisa digunakan di 1 lokasi atau 1 jaringan saja.

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi,Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642

Mengetahui secara cepat Harga Beli setiap Barang saat membuat Purchase Order

Saat Anda membuat Pesanan Pembelian/Purchase Order, Anda pasti ingin mengetahui dengan cepat, harga beli barang tersebut sebelumnya.
Ada cara yang cepat dan praktis, sehingga Anda tidak perlu melihat laporan Pembelian.
Caranya adalah :

  1. Anda membuat Pesanan Pembelian/Purchase Order
  2. Setelah Anda mengisi nama Pemasok / Vendor dan keterangan lainnya, Anda pilih barang
    apa yang mau di-order
  3. Kemudian di baris barang tersebut, Anda klik tombol kanan di mouse komputer, klik
    “Histori Harga Beli / Purchase Price History”
  4. Anda dapat mengetahui berapa harga beli barang tersebut sebelumnya.

Catatan : Cara ini dapat dipakai jika transaksi pembelian barang tersebut sebelumnya menggunakan Pemasok / Vendor yang sama dengan yang Anda buat sekarang ini.

 

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi, Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642

 

Pengakuan PPN Keluaran ke Pemungut PPN

Bagaimana melakukan pencatatan PPN keluaran dimana waktu faktur penjualan kita tetap mengakui sebagai PPN keluaran , akan tetapi nanti saat pelunasan dari customer kita hanya mendapatkan uang sebesar nilai DPP saja, sedangkan PPN nya tidak.

Berikut adalah jawabannya :
Hal ini bisa terjadi karena customer kita berlaku sebagai pemungut pajak, maka PPN yang seharusnya kita pungut, akan tetapi customer tersebut yang pungut dan disetor sendiri oleh mereka ke kas Negara .

Contoh : Perusahaaan A menjual produk ke Perusahaan B ,
Nama Produk “ A” , harga satuan Rp. 10.000.000 Plus PPN 10 persen , maka total tagihan adalah Rp.11.000.000 ( asumsi ini transaksi PPN nya Exclude )

Cara nya adalah :

  • Tetap membuat faktur penjualan seperti biasa , buat tetap customer di kenakan PPN , sehingga tagihan nya tetap Rp. 11.000.000
    Jurnal yang terjadi adalah :
    Account Receivable( Debet ) 11.000.000
    VAT –Out ( Kredit ) 1.000.000
    Revenue ( Kredit ) 10.000.000
  • Waktu pelunasan Piutang dari Kustomer yang bersangkutan , ke menu :
    – Aktivitas
    – Penjualan
    – Penerimaan pelanggan , cari mana Kustomer B , lalu isi nama “ Bank”, isi “tanggal terima”, isi “tanggal cek” apabila pakai cek atau giro, isi “ No cek/ Giro”, Lalu klik Invoice mana yang mau di lunasi
    – Langkah selanjutnya adalah klik Kanan pada , Lalu pilih “Diskon/Infowrite off”, isi diskon info sejumlah nilai PPN , dalam hal ini contoh Rp.1.000.000 , lalu isi akun diskon dengan nama “ PPN keluaran/ VAT in / Sales Tax, Klik OK
    – Lalu Simpan, Pastiin bahwa nilai yang diterima adalah Rp10.000.000 ( sebesar Nilai DPP Saja )
    Jurnal yang terjadi dari transaksi ini adalah :
    Cash/ Bank ( Debet ) 10.000.000
    VAT- Out ( Debet ) 1.000.000
    Account receivable ( Kredit ) 11.000.000

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi, Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642

PPN Masukan di akui untuk Menambah Harga Perolehan Barang

Bagaimana melakukan pencatatan PPN masukan dari supplier tapi bukan diberlakukan sebagai PPN masukan, tetapi diberlakukan sebagai menambah harga perlolehan dari barang yang bersangkutan?

Ambil sebuah contoh :
Perusahaan A mendapat tagihan dari perusahaan B berupa barang : Mentega 10 karton dengan harga persatu kartonnya Rp.50.000 ditambah dengan PPN masukan maka menjadi Rp55.000.Akan tetapi nilai Rp5.000 ini tidak ingin di akui sebagai PPN masukan, tetapi sebagai penambah harga perolehan.

Berikut adalah triknya :
1.Ke Aktivitas, Pembelian, Faktur Pembelian
2.Input transaksi nya input harga satuan nya Rp50.000
3.Di Kolom bawah setelah “ subtotal “ ada Diskon ,diskon ini di isi dengan angka minus 10 persen
4.Maka kolom diskon yang tadi di gunakan untuk pemotong harga akan otomatis menambah harga barang yang tadi Rp.50.000 menjadi Rp.55.000
5.Setelah ini selesai, maka silahkan hitung dan simpan

Maka sekarang akan tercatat di Jurnal adalah :
Persediaan ( Debet) 55.000
Hutang ( Kredit) 55.000

Sekarang timbul masalah baru, bagaimana cara mengganti kan kata “diskon” di kolom faktur pembelian yang tadi kita pakai tadi di gantikan dengan kata lain.
Caranya adalah :

1.Ke persiapan —-rancangan formulir
2.Cari “ tipe rancangan” dengan mana Faktur pembelian
3.Klik 2 kali nama rancangan ke “ Kaki “
4.Lalu disana ketemu “ Diskon “ , silahkan ganti ke nama yang anda inginkan
5.Lalu Klik Ok , Sekarang sewaktu anda ke Modul Faktur Pembelian , maka diskon tersebut sudah ganti dengan kata kata yang anda inginkan

 

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi, Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642

Mencatat dan Melihat Laporan Service per Nomor Polisi Setiap Kendaraan

Bagaimana Trik di ACCURATE supaya saya bisa mengetahui service atau jasa apa saja yang telah diberikan untuk setiap nomor polisi kendaraan?”.

Customer ini yang bernama Bpk. Michael adalah pemilik dealer mobil yang baru saja menggunakan ACCURATE.
Usaha beliau selain menjual mobil juga menyediakan jasa service.
Dan Dia ingin mengetahui nomor polisi mobil sekian, telah diberikan jasa atau service apa saja.

Problemnya adalah :
1. Bpk. Michael tidak mau membuat nomor polisi di Kolom Reserved baik di Sales Order maupun di Sales Invoice. Alasannya adalah untuk meminimalisir kesalahan user dalam memasukkan nomor polisi kendaraan
2. Bpk. Michael juga tidak mau membuat nomor polisi kendaraan sebagai Customer. Alasannya adalah agar jumlah customer tidak bertambah banyak sekali.

Kalau begitu, bagaimana Trik-nya supaya Bpk. Michael bisa mengetahui service atau jasa yang telah diberikan untuk setiap nomor polisi kendaraan?
Anda tahu bagaimana Trik-nya?

Trik-nya adalah kita memanfaatkan kotak “Ship Via” baik di Sales Order maupun di Sales Invoice untuk mencatat no polisi kendaraan.
Oke, inilah caranya:

Tahap 1 : Buat rancangan form baru untuk Service di Sales Order dan di Sales Invoice
a. Klik “Persiapan/Setup“, “Rancangan Formulir/Form Template“, “Baru/New“, isikan
Nama Rancangan/Template Name dengan SO-Service (contohnya), dan pilih Tipe
Rancangan/Template Type = Pesanan Penjualan/Sales Order dan klik OK
b. Klik tab “Kepala Tambahan/Additional Header“, kemudian di kotak “Pengirim/Ship
Via“, isikan kata-kata “No. Polisi Kendaraan”, kemudian klik OK dan tutuplah
windows “Rancangan Formulir/Form Templates“
c. Lakukan hal tersebut diatas untuk Sales Invoice

Tahap 2 : Memasukkan Transaksi Service di Sales Order dan di Sales Invoice
a. Jika ada transaksi service, buatlah Sales Order dan masukkan nomor polisi
kendaraan (misalnya, B 0000 AA) di kotak No. Polisi Kendaraan.
Jika nomor polisi kendaraan itu baru, klik “Pengirim Baru/New Shipment“
b. Saat membuat Sales Invoice, pilih Sales Order yang bersangkutan.
Otomatis di kotak No Polisi Kendaraan di Sales Invoice, akan muncul “B 0000 AAA”

Tahap 3 : Melihat laporan service per nomor polisi kendaraan
Misalkan saja, kita ingin mengetahui service atau jasa apa saja yang telah diberikan untuk kendaraan yang bernomor polisi “B 0000 AAA”.
a. Klik “Laporan/Reports”, “Penjualan/Sales”, klik “Rincian Faktur Penjualan/Sales
Invoices List Detail”
b. Isikan periode tanggal yang dikehendaki
c. Klik “Kustomisasi/Customize”, cari kata “Pengiriman/Shipment”, kemudian sorot.
d. Akan muncul icon bergambar “Menulis Kertas” yang jika mouse didekatkan pada icon
tersebut akan muncul kata-kata “Ubah Judul Kolom/Edit Column Title”, kemudian
klik.
e. Otomatis di kata “Pengiriman/Shipment“ tadi, akan muncul tanda “kursor” dan
silahkan Anda merubah kata tersebut menjadi No. Polisi Kendaraan, kemudian klik
Enter.
f. Kemudian klik “Filters & Parameters”, klik “Filters”, otomatis kata-kata “No.
Polisi Kendaraan” akan dihighlight warna biru.
g. Anda tinggal memberi centang di kotak bagian tengah, no polisi kendaraan = B 0000
AAA, kemudian klik OK.
h. Program akan menampilkan laporan service apa saja yang telah diberikan untuk no
polisi kendaraan = B 0000 AAA.

Agar Anda lebih cepat menampilkan laporan tersebut diatas (tanpa mengutak-atik judul kolom “Pengiriman” menjadi “No. Polisi Kendaraan”) silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini :
a. Saat tampil laporan di Tahap no. 3, klik icon “Memorize” di panel sebelah atas.
b. Isikan nama laporan : “Laporan Service No. Polisi Kendaraan” (misalkan), kemudian
klik “Simpan/Save”.
c. Setiap kali Anda ingin melihat laporan tersebut, Anda tinggal klik “Laporan
Tersimpan/Memorized Reports“, kemudian klik “Laporan Service No. Polisi
Kendaraan”.
d. Pilih tanggal yang dikehendaki dan untuk menampilkan no polisi kendaraan tertentu,
klik “Filters”, sorot “No. Polisi Kendaraan” dan beri centang pada no. polisi
kendaraan yang dikehendaki, kemudian klik OK.

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi, Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642

Mencatat Nilai PPH 21 Terutang di Transaksi Pembayaran Gaji

Bagaimana cara untuk mencatat nilai PPh 21 terutang di transaksi pembayaran gaji di Other Payment di ACCURATE?

Sebagai contoh transaksi :
Customer ini (PT. XYZ) membayar gaji untuk semua karyawannya secara total Rp. 45 juta di Februari 2009.
Angka tersebut dipotong oleh perusahaan sebagai PPh 21 terutang sebesar Rp. 6,5 juta.
Sehingga Perusahaan tersebut mengeluarkan gaji dari bank mereka sebesar Rp. 38,5 juta.

Apakah Anda tahu bagaimana Trik untuk mencatat transaksi tersebut di Other Payment di ACCURATE?
Trik-nya adalah sebagai berikut:

  1. Sebelumnya, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda sudah membuat akun “Biaya Gaji”
    di tipe akun = “Beban/Expense” dan akun “Hutang PPh 21” di tipe akun = “Hutang
    Lancar Lainnya/Other Current Payable”.
  2. Klik “Aktifitas/Activities”, klik “Kas & Bank/Cash & Bank“, geser ke kanan, klik
    “Pembayaran Lain/Other Payment”.
  3. Setelah Anda mengisi nama kas/bank, no. voucher, tanggal transaksi dan lain
    sebagainya, di kotak “Account No.”, pilihlah akun “Biaya Gaji”.
  4. Masukkan nilainya yaitu 45.000.000.
  5. Kemudian di baris kedua, pilihlah akun “Hutang PPh 21” di kotak “Account No.”.
  6. Masukkan nilainya “-6.500.000”.
  7. Klik kotak “Hitung/Recalc” dan klik “Simpan & Tutup/Save & Close”.
  8. ACCURATE otomatis akan membuat jurnal sebagai berikut :
    Debet : Biaya Gaji 45.000.000
    Kredit : Bank 38.500.000
    Kredit : Hutang PPh 21 6.500.000

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi, Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642

Transfer Cash Bank Yang Berbeda Tanggal

Pada umumnya di berbagai perusahaan memiliki Petty Cash untuk mendukung pengeluaran operasional sehari-hari yang jumlahnya tidak terlalu besar, misalnya: seperti membeli kertas, Kopi, Teh, Gula, Rokok, dll dan bilamana Uang Petty Cash tersebut telah sekarat (Hampir Habis) dalam jumlah tertentu maka sudah harus melakukan pengisian kembali dan biasanya pengisian kembali Petty cash bersumber dari Bank

Seperti gambar di bawah ini dimana Uang Kas sudah mencapai batas minimum yaitu 150.000 Oleh karena itu sudah saatnya diisi dan sumber nya adalah Bank BCA IDR

Seperti yang kita ketahui dalam teori bahwa untuk melakukan proses transfer antara Bank-Kas maka akan menggunakan Journal Voucher, dimana pada tanggal 1 April 2015, Salah satu staff pergi ke Bank BCA IDR untuk melakukan penarikan uang sebanyak 1.000.000 yang akan digunakan untuk mengisi Kas

Maka Cara Inputnya yang seharusnya dibuat adalah di Accurate daalah menggunakan jurnal Voucher seperti gambar di bawah ini

Akan tetapi pada prakteknya di lapangan bisa saja berbeda, dimana Saldo Bank yang sudah berkurang dan Saldo Kas yang bertambah tidak serentak terjadi pada tanggal yang sama, tetapi di tanggal yang berbeda

Kembali mengacu pada contoh di atas, dimana Pada tanggal 1 April Staff tersebut pergi ke Bank dan setelah mengambil uang di Bank sering terjadi Staff tersebut masih melakukan Hold terhadap uang Rp 1 Juta yang sudah ditarik dari Bank BCA IDR tersebut, tidak langsung mengisi Kas karena berbagai alasan, misalnya: sakit, Jarak ke Bank yang Jauh, masih menunggu sampai Kas Kosong, dan alasan lain sebagainya

Sehingga pada tanggal 5 April barulah staff tersebut menyerahkan Uang Rp.1.000.000 kepada Petugas yang memegang Kas untuk mengisi petty Cash

Nah, setelah menyimak kasus di atas, dimana Uang di Bank BCA IDR sudah berkurang Rp 1 juta pada tanggal 1 April 2015, sedangkan Saldo Kas baru diisikan Pada Tanggal 5 April 2015, sehingga proses yang harus dilakukan di accurate adalah dengan memanfaatkan Akun Silang, teknisnya sebagai berikut

Pada tanggal 1 April 2015 dimana Staff mengambil uang di Bank BCA IDR sebanyak 1 Juta, lakukan Dari Other Payment dengan Lawan Akun adalah Ayat Silang

Dan pada tanggal 5 April 2015 apabila uang baru diserahkan staff tersebut kepada pihak Kas maka lakukan dari Modul Other Deposit, dengan lawan Akun adalah Ayat silang sebanyak 1 juta

Dengan demikian maka Ayat Silang akan kembali NOL

Sehingga Jurnal yang terbentuk dari tanggal 1 April sejak uang dikeluarkan dari Bank BCA IDR sampai dengan tanggal 5 April Uang diserahkan ke bagian Cash, adalah seperti di bawah ini

Perhatikan: Akun Silang Sudah kembali NOL

 

Saya melayani penjualan software akuntansi accurate di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, Bandung, Bali, Palu, Makassar, Balikpapan, Kalimantan, Sulawesi, Banjarmasin, Papua hingga Timor Leste.

Jika Anda membutuhkan Software ACCURATE , training atau implementasi Software Accurate silahkan menghubungi saya:
Ibu Nova Sabena
HP/WA : 0812-88013642